Kamis, 27 Maret 2014

Konser Satu Dekade, J-Rocks Satukan Spirit di Kota Malang!

Konser Satu Dekade, J-Rocks Satukan Spirit di Kota Malang!


KapanLagi.com - Sabtu, 16 November 2013 malam lalu, Kota Malang menjadi saksi dimulainya dekade kedua perjalanan J-Rocks. Di Hall Swarna Paksi, Hotel Kartika Graha, Malang empat pria yang tergabung di dalamnya, menggelar konser perjalanan satu dekade mereka.
Grup band yang terbentuk pada 9 November 2003 ini memilih kota Malang untuk merayakan ulang tahun ke-10 mereka karena memang fanbase terbesar J-Rocks ada di Jawa Timur. Tak salah, malam itu memang berdatangan J-Rockstars dari berbagai kota.
Jalanan masih basah saat kami sampai di depan Hotel Kartika Graha pukul 19.00. Hujan mengguyur kota Malang seharian, namun tak menyurutkan semangat para J-Rockstars yang sudah berkumpul di sana dengan atribut lengkap, entah sejak pukul berapa.


Pintu hall dibuka pukul 21.30. J-Rocstar yang memadati depan lobi hotel beranjak masuk. Kaos, bendera, banner, semua yang mereka kenakan berhiaskan logo J-Rockstars. Bahkan ada yang berdandan Harajuku, lengkap dengan boots dan rambut pirang.
Kami yang dapat tempat di jajaran pembeli tiket Platinum pun memilih tempat duduk paling nyaman, yang bisa melihat penampilan J-Rocks dengan jelas. Di depan kami, J-Rockstars pemilik tiket festival sudah riuh dan penuh semangat.
Sebelum acara dimulai, berkali-kali J-Rockstars meneriakkan yel-yel, 'J-Rockstar... Satu Spirit!' dengan kompak. Antusias muda-mudi yang datang dari Jember, Bojonegoro, Surabaya, Solo, dan masih banyak lagi ini bisa bikin merinding.
Acara dibuka dengan pembacaan narasi oleh Ovan Tobing, legenda hidup Arema. Pria yang biasa menjadi MC dalam pertandingan klub sepak bola asal Malang itu memang punya suara khas yang menggelegar. Serasa sedang menonton film kolosal, konser dimulai.

 

J-Rocks mengenakan kostum bernuansa batik. Beberapa lagu didendangkan. Lepaskan Diriku, J-Rockstars yang memenuhi ruangan itu pun dengan kompak dan penuh semangat, mengikuti idola mereka itu bernyanyi. Lagu Ceria menjadi lagu paling riuh pada pembukaan itu.
Narasi dibacakan lagi. Kali ini tentang orang-orang yang pernah jadi bagian dalam perjalanan J-Rocks selama 10 tahun. Ada nama Kevin Aprilio, Vierra, Anji, Vicky Shu, dan masih banyak lagi. Dua di antaranya pun turut memeriahkan malam itu.
Dilanjutkan dengan penampilan model-model cantik yang mengiringi J-Rocks bernyanyi Ya Aku, penonton makin bersemangat. Mereka pun makin 'terbakar' saat Kau Curi Lagi dikumandangkan. Vicky Shu yang super seksi ikut bernyanyi di atas panggung.

 

Setelah puas berjingkrak-jingkrak, Iman mendinginkan suasana dengan penampilan solo piano-nya. Ia bernyanyi sendiri membawakan lagu Berharap Kau Kembali. Semua yang ada di dalam gedung itu pun terpukau dan larut dalam suasana sedih.


J-Rockstars kembali bersemangat saat semua personil kembali ke atas panggung. Dengan format akustik, mereka membawakan lagu Semakin Sendiri dan Kuingin Kau Untukku. Efek serupa hujan turun di atas panggung pun menambah suasana makin syahdu.


Dengan membawa contekan, Sony, sang gitaris mencoba untuk berinteraksi dengan J-Rockstars. Ia menyampaikan perasaan bahagia, dan juga mengatakan bahwa tepat 10 tahun yang lalu, J-Rocks untuk pertama kalinya tampil di kota Malang.


Lagu Cobalah Kau Mengerti pun heboh. J-Rockstars cewek yang hadir di sana histeris saat Anji tiba-tiba muncul dan ikut bernyanyi. Makin 'bahaya', saat mereka membawakan lagu Selamat Tinggal Kekasihku. Anji mampu menghipnotis para J-Rockstars.


Anji masih menguasai panggung, sementara personil J-Rocks hilang di balik panggung dan hanya menyisakan sang drummer, Anton. Seru! Momen itu yang akhirnya membuat Anton keki diinterogasi oleh Anji. Setelah itu, ditampilkan foto metamorfosis J-Rocks.
Acara kemudian diserahkan pada Ovan Tobing. Narasi kembali dibacakan. Kali ini tentang J-Rocks yang menjadi inspirasi, juga tentang prestasi mereka yang tak lepas dari pengaruh besar para J-Rockstars. Band yang satu ini sangat menghargai fans mereka.
Muncul seorang wanita berbalut yukata yang kemudian duduk di atas panggung. Iman dengan kostum ala ninja pun bersiap mengumandangkan lagu berikutnya. Ten Commandments, lagu dari album baru mereka, untuk pertama kalinya dinyanyikan secara live.


Kali ini para personil J-Rocks dibalut kostum dengan nuansa tartan. Lagu Save Our Soul dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Aransemen musik mereka sungguh keren! Anji dan Vicky Shu yang ikut tampil di atas panggung pun mengenakan kostum senada.


Pada kesempatan itu, J-Rocks beserta para pendukung acara, menyerahkan satu bibit pohon pada Ovan Tobing sebagai simbol dari usaha mereka menjaga kelestarian bumi. Pada momen itu, dikatakan bahwa manusia telah menyakiti hati Tuhan dengan merusak alam.


Acara kembali ke tangan Ovan Tobing. Narasi pun dibacakan. Kali ini tentang hal-hal yang menginspirasi J-Rocks, termasuk di antaranya adalah udara, matahari, dan bintang. Dan lebih dari itu semua, J-Rockstars lah yang mengilhami mereka terus berkarya.
Bendera merah kemudian dibagikan pada semua yang datang. J-Rocks menyanyikan sebuah lagu untuk fans mereka, J-Rockstars!. Suasana pun semakin riuh. Di layar kanan-kiri panggung ditampilkan foto-foto J-Rockstars dalam berbagai suasana.


Setelah memuaskan hati J-Rockstars, kali ini saatnya mengapresiasi band-band yang sudah menjadi inspirasi mereka. Lagu dari L'Arc-en-Ciel pun dikumandangkan. Istimewanya, Anton turun dari balik drum dan menyanyikan lagu dari Green Day.
Dalam lagu tersebut, bukan hanya Anton yang bikin istimewa. Iman juga tampil dengan biolanya, dan format ini pun tetap keren. J-Rocks berhasil memberikan segala hal yang spesial di konser satu dekade mereka kali ini. Satu lagu lagi dikumandangkan.


Kali ini Ovan Tobing mengambil alih panggung. Turun dari 'singgasana'-nya, ia mengajak J-Rockstars yang hadir di sana untuk berkenalan dengan para additional player dari J-Rocks. Dua keyboardis itu adalah Andre dan Yesi. Mereka pun larut dalam obrolan seru.
Setelah itu, ditampilkan di layar, video para selebriti yang mengucapkan selamat untuk 10 tahun berkibarnya J-Rocks di kancah musik tanah air. Termasuk di antaranya, Mulan Jameela, Pee Wee Gaskin, Tike Priyatnakusumah, Ruben Onsu, dan masih banyak lagi.
Setelah narasi kembali dibacakan, J-Rocks tampil lagi di atas panggung. Kali ini mereka tampak ceria berbalut kostum warna-warni. Bola-bola merah dengan berbagai ukuran pun digelindingkan ke arah penonton. Lagu Fly Away dikumandangkan, dan semua ikut bernyanyi.


Lagu Aku Jatuh Cinta diaransemen apik. Iman turun dari atas panggung. Ia mendekati penonton, dan mengajak mereka bernyanyi bersama. Mereka pun bersemangat. Tampak ekspresi wajah Iman yang tersenyum puas dan bahagia bisa menghibur para J-Rockstars malam itu.
Masih dengan lagu rancak, kali ini Vicky Shu kembali tampil di atas panggung. Ia mengenakan kostum berwarna pastel yang super seksi. Lagu Madu dan Racun pun membawa penonton ikut bernyanyi dan bergoyang. Disusul kemudian dengan lagu terakhir, Meraih Mimpi.


Pilihan lagu penutup yang tepat. Semua pengisi acara naik ke atas panggung, ucapan terima kasih pun diberikan oleh J-Rocks pada semua pendukung dan mereka yang sudah hadir di sana. Mereka semua membungkukkan badan sebagai tanda acara telah selesai.
Meski demikian, para J-Rockstars masih betah berdiri di depan panggung, sampai akhirnya semua personil menghilang di balik layar. Mereka pun kemudian beranjak keluar Hall Swarna Paksi dengan membawa kenangan seru konser satu dekade J-Rocks ini.


Masih banyak mimpi yang harus diraih. Dari sini, dimulailah petualangan dekade kedua J-Rocks. Tentu saja dengan dukungan para J-Rockstars, akan masih ada konser-konser di dekade-dekade selanjutnya. SALAM SATU SPIRIT!

Kamis, 07 Maret 2013

Personil J-Rocks

 
Nama Lengkap : Iman Taufik Rachman
Tanggal Lahir : Jakarta / 19 Juli 1982
Zodiak : Cancer
Gaya Permainan : Rock, Blues
Pengalaman Band : Funky Kopral
Band Saat Ini : J-Rock's
Pengaruh musikal : L'Arc~en~Ciel, Malice Mizer, Yngwie Malmsteen, Judy & Mary, Evergreen musik, Muse, RHCP, Nirvana, dll
Posisi Dalam Band : Vocalis, Gitaris, Pianis, Song Writter
Gitar : Fender Strat thn 73 (0,11) & G n L Tele (0,10)
Efek : Boss GT-8 & JJ Tube Breaker
Ampli : udah dijual, lagi nyari
Gear Lainnya : Samsons wireles.. EV MIC KONDENSOR
Prestasi : Juara 1 Nescafe Get Started 2004
Buku Favorit : Komik2 Jepang, Buya Hamka, Imam Al Ghazalli, dll
Album Favorit : All Nirvana album, all Yngwie Malmsteen album.. Jimi Hendrix.. SRV album... Tower of Power versi live.. Burning Organ (Paul Gilbert).. Cacophony.. All Extreme Album.. All L'Arc~en~Ciel album... Metallica Black Album... Sex Pistol (Neverind The Bollocks).. Slank (SUIT2 HE2X), Michael Jackson the greatest hits... Andy Williams The Greatest Hits.. Slipknot (Iowa), dll



Iman sudah mulai mengenal musik semenjak masih bayi. Saat itu ia sudah sering mendengarkan musik jazz, blues, hingga musik sunda dari keluarganya. Mulai memainkan gitar karena 3 nama besar : Jimi Hendrix, Kurt Cobain, dan Yngwie Malmsteen.

Saat band Funky Kopral mengadakan audisi untuk mencari gitaris, ia kemudian ikut dan terpilih sebagai gitarisnya. Di band itu ia mulai exist dari tahun 2001 awal hingga 203 akhir. Kemudian setelah keluar dari Funky Kopral, Iman kembali menghubungi temannya, Wima untuk menjalankan konsep band yang pernah ia rencanakan semenjak SMA. Karena sulit mencari vocalis yang cocok, akhirnya Iman lah yang mengambil posisi vocal. Awalnya band ini sempat menjadi spesialis atau band cover untuk Laruku. Kemudian karir mereka mulai menanjak setelah sukses di sebuah kompetisi musik.

J-Rocks (JRS) memang masih baru dalam industri musik. Nama mereka mencuat setelah menjadi finalis dan akhirnya keluar sebagai juara pertama kontes musik yang diselenggarakan oleh Nescafe. Beberapa saat sebelum J-Rock Star mengikuti event Nescafe Get Started ini, Iman cs merubah nama J-Rock Star menjadi J-Rock's saja. Pada babak grand final JRS berhasil mengalahkan 2 band saingan, B-Five (dari Makassar) dan Cool Khas (dari Jogjakarta). Memang warna musik yang ditawarkan oleh JRS saat itu belum ada di industri musik Indonesia. Akhirnya band ini mendapat kontrak rekaman dengan label Aquarius Musik. Album perdana pun di release dengan judul Topeng Sahabat. Album ini melempar hits 'Lepaskan Diriku' sebagai hits jagoannya. Video klipnya pun sudah sering tayang di TV. Hebatnya hits ini mampu bersaing dengan album-album dari band papan atas seperti Padi dan Dewa.

Selain lihai dalam permainan gitar dan bernyanyi, skill bermain keyboard dan piano Iman juga sangat baik. Selain berperan sebagai gitaris dan vocalis, ia juga menjadi pencipta sebagian besar lagu-lagu di album perdana J-Rock's. Karakter vocal yang kuat, dengan tehnis dan penjiwaan yang matang, range vocal yang lebar memudahkannya mengambil nada2 yang rendah sampai nada2 tinggi, bahkan tehnik falseto yang tetap terjaga artikulasinya.

Anyway, kini makin banyak bermunculan band-band yang beraliran Japanese Rocks setelah munculnya JRS ini. Hal ini sangat baik untuk variasi jenis musik di Indonesia yang biasanya 'itu-itu saja' (baca: pop mellow).

Pokoknya jangan ngasih dia label "vocalis yang (sekedar) bisa main gitar" sebelum liat permainan livenya. ;). Kini Iman menjadi salah satu instruktur di tempat kursus musik Chics dan sering mondar-mandir di Forum Gitaris.com 


 
Nama Lengkap : Sonny Ismail Robbavani
Nama : Sony
Gaya Permainan : Rock
Band Saat ini : J-Rock's
Pengaruh musikal : L'Arc~en~Ciel, Muse, Alicia Keys, The Beatles, Jimi Hendrix, RHCP, Siti Nurhaliza, Steve Vai
Posisi Dalam Band : Lead Gitaris
Gitar Yang Digunakan : Marlique Deluxe series (Pick Up VR extreme keluaran Tesla Pick Up Korea), PRS.SE Camouflage, Telecaster
Ampli : Head Cabinet Carvin Legacy
Prestasi : Juara 1 Nescafe Get Started 2004



Nama Sony sebenarnya belum sepopuler gitaris-gitaris papan atas Indonesia seperti Eet Sjahranie, Abdee Negara, Jikun, dll. Namun di kalangan fans-fans musik Japanese Rock Indonesia, gitaris satu ini dikenal secara luas karena sedang populer berkat suksesnya penjualan album Topeng Sahabat bersama grupnya, J-RockStar (JRS).

J-Rocks (JRS) memang masih baru dalam industri musik. Nama mereka mencuat setelah menjadi finalis dan akhirnya keluar sebagai juara pertama kontes musik yang diselenggarakan oleh Nescafe. Pada babak grand final JRS berhasil mengalahkan 2 band saingan, B-Five (dari Makassar) dan Cool Khas (dari Jogjakarta). Memang warna musik yang ditawarkan oleh JRS saat itu belum ada di industri musik Indonesia. JRS mengadaptasi musik L'Arc~en~Ciel dan beberapa artis Jepang lainnya. Akhirnya band ini mendapat kontrak rekaman dengan label Aquarius Musik. Album perdana pun di release dengan judul Topeng Sahabat. Album ini melempar hits 'Lepaskan Diriku' sebagai hits jagoannya. Video klipnya pun sudah sering tayang di TV. Hebatnya hits ini mampu bersaing dengan album-album dari band papan atas seperti Padi dan Dewa.

Uniknya lagi band ini memiliki pembenci dan penggemar yang cukup loyal. Saya sering menemukan beberapa keluhan dari para penggemar musik-musik Japanese Rock terhadap JRS karena musik yang terdapat di album perdana JRS sangat 'wannabe' dengan musik-musik Laruku. Bahkan dari kostum sampai video klip bisa dibilang sangat mirip. Selain itu JRS dianggap kurang etis karena memakai nama J-Rocks sebagai nama band. Hal itu dianggap mempersulit dan membingungkan orang untuk menyebut J-Rocks (nama band) dengan J-Rocks (jenis musik). Beberapa orang di berbagai forum, mailing list, dan friendster bahkan sering menyebut judul lagu-lagu Laruku untuk menyebut judul lagu JRS. Beberapa orang sering menyebut C'est la vie untuk menyebut lagu JRS yang berjudul Ceria, dll.

Namun banyak juga yang tadinya mencaci-maki, mendadak jadi bungkam begitu melihat penampilan live J-Rock's. Pasalnya Sony punya skill bermain gitar diatas rata-rata. Dalam sebuah penampilannya di TV, ia dan sang vocalis yang juga gitaris, Iman, bermain sambil sedikit beratraksi dengan memainkan gitar di punggung.

Kesuksesan JRS dipasaran tak lepas dari polesan Bongky (BIP) dan UJI (ex The Brur) yang memproduseri album ini. Kemampuan JRS semakin terasah tajam, aransemen musik mereka juga semakin variatif tanpa menghilangkan gaya khas quartet ini.

Anyway, kini makin banyak bermunculan band-band yang beraliran Japanese Rocks setelah munculnya J-Rock's. Hal ini sangat baik untuk variasi jenis musik di Indonesia yang biasanya 'itu-itu saja' (baca: pop mellow). Selain itu JRS juga selalu menampilkan sajian secara visual, sesuai dengan konsep musik-musik Japanese Rocks. Pokoknya band ini memang sangat keren. ;)

Prestasi Sony dengan J-Rock's membuat pabrik gitar Marlique mengendorse nya bersama salah satu gitaris Slank, Ridho.


 

Nama : Anton Rudi Kelces
Bagian : Drummer
Tempat/tanggal lahir: Jakarta, 17 Agustus 1982
Sekolah : -, AKMIL
Hobbies & Interest : music, movie, billiard
Fave books : Kung Fu Boy, Kung Fu Komang, Detective Conan, Lupus
Fave movies : Cinderella Man, Ghost, Armageddon, My Sassy Girl, Notting Hill, Moulin Rouge, My Bestfriend's Wedding, Autumn in New York, Love Actually, Serendipity, Pretty Woman, and all of Julia Roberts' movies
Fave music : rock, punk
Fave musicians : J-RockS, Green Day, L'arc en Ciel, Muse, Bryan Adams, Richard Marx, Kenny G, Sepultura, Sheila Majid
Pujaan : Tre Cool
Instruments : custom drumset, Ludwig snare, Tama pedals, Zildjian cymbals
Music Hari : Green Day, etc.
Most likely thing : beautiful girl
Most hated thing : being dissapointed
Quotes : "Life is beautiful"
Contact : ???








Nama : Swara Wima Yoga
Tanggal lahir : 29 November 1981
Posisi : Bassist

Prestasi individu :

* Juara II lomba nyanyi Jakarta Timur
* Piano course @ Yamaha Music Indonesia
* Guitarist La Braz with : Gatot Sunyoto
* Juara I Nescafe Get Started Band Competition (2004).

Sejarah J-Rocks

       J-Rocks adalah band dari Jakarta yang berdiri pada 9 November 2003 dengan personil Iman (vokal, gitar), Sony (gitar), Wima (bass), dan Anton (drum). Aliran band ini adalah Japanese pop/rock. Nama J-rocks sempat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pecinta musik Jepang di Indonesia karena nama ini seakan mewakili genre Japanese Rock. Awalnya band ini bernama J-Rockstar, adalah ide dari sebuah stiker bertuliskan Rockstar, dengan harapan suatu saat akan menjadi Rockstar (bintang musik rock). Tambahan huruf "J" di depannya untuk mewakili band itu sendiri dengan alasan J bisa berarti Jepang karena umumnya mereka memainkan J-Music, Jakarta karena mereka berasal dari Jakarta, Jujur dalam bermusik dalam artian memainkan apa yang bener-bener mereka suka dan ingin memainkan musik yang ber-soul (jiwa). Nama J-Rockstar akhirnya disingkat menjadi J-Rocks karena adanya masalah penyebutan, sementara nama J-Rockstars akhirnya menjadi istilah untuk fans / penggemar J-Rocks dan biasa disingkat JRS. Sejak tahun 2008 J-Rocks mulai mengenakam kostum batik dengan desain modern namum tetap dengan dandanan ala harajuku, dan mempromosikan batik kepada kawula muda.

Sejarah J-Rocks

Awal Karier

Awal 2004, J-Rocks menjuarai festival musik Nescafe Get Started 2004 yang disponsori oleh Nescafe, Trans TV, dan Aquarius Musikindo. Masing-masing personil meraih best vocalist, best guitarist, best bassist, dan best drummer. Mereka berhasil menjuarai festival tersebut dan berkesempatan membuat album kompilasi Nescafe Get Started yang merupakan awal bentuk kerjasama mereka dengan Aquarius Musikindo. Mereka akhirnya berhasil meluncurkan album perdana nya yang bertajuk "Topeng Sahabat" dengan label Aquarius pada pertengahan tahun 2005 dan mengisi dua lagu di album OST Dealova yaitu "Serba Salah" dan "Into The Silent".

Band ini semakin dikenal sejak munculnya album kedua Spirit, J-Rocks memainkan bermacam-macam beat dan aliran musik seperti Rock'n Roll (Juwita Hati), Waltz / Victorian (Tersesal), Symphonic Metal (Aku Harus Bisa), blues, klasik, dan lain sebagainya.

Pada lagu berjudul "Kau Curi Lagi" mereka berkolaborasi gitaris wanita, Prisa Rianzi dan pada lagu "Juwita Hati" mereka membuat video klip di Jepang yang digarap oleh Hedy Suryawan. Shalvynne Chang, Sato & Boppy berperan sebagai fans yang mengejar idolanya sampai ke Jepang . Tidak tanggung-tanggung, beberapa kawasan di Jepang termasuk Shibuya & Harajuku dijadikan lokasi syuting Video Clip. Konsep yang menarik membuat Video Klip ini populer di Indonesia.

Rekaman di Studio Legendaris Abbey Road


J-Rocks mengukir sejarah sebagai band Indonesia pertama yang rekaman di studio legendaris Abbey Road, di Inggris. Proses rekaman dan mixing lagu-lagu terbaru mereka dilakukan selama lima hari dari tanggal 12 sampai 16 Oktober 2008. Di studio Abbey Road mereka ditangani oleh Chris Butler, seorang sound engineer ternama.

Proses rekaman untuk ketiga lagu J-Rocks hanya membutuhkan waktu selama dua hari. Di hari ke-3, Christ melakukan proses final mixing untuk lagu-lagu itu. Sambil menunggu, J-Rocks membuat video clip untuk lagu Falling in Love dan berfoto di zebra cross legendaris Abbey Road dengan mengenakan batik yang sudah mereka persiapkan dari Jakarta. Hasilnya J-Rocks merilis album ke-3, berupa mini album bertajuk "Road to Abbey", dengan cover bergambar J-Rocks menyebrangi zebracross Abbey Road ala The Beatles. Berisi 4 lagu dan 1 instrumental.
Abbey Road Studio, Inggris

Kesempatan berharga ini diperoleh J-Rocks karena memenangkan ajang "A Mild Live Soundrenaline 2008". J-Rocks terpilih sebagai band terbaik di ajang tersebut karena mampu tampil sesuai dengan tema "Free Your Voice" dan berhasil membawa topik "Save Our Music and Culture". Rekaman di Abbey Road Studios diharapkan bisa menjadi pintu gerbang go internasional.

Abbey Road Studios didirikan pada November 1931 oleh EMI di "London". Sejumlah musisi tersohor pernah merekam lagu mereka di studio itu, seperti The Beatles, Green Day, Muse, Oasis, Radiohead, Red Hot Chili Peppers, U2 bahkan Michael Jackson.